Lena Larsen The Oslo Coalition on Freedom of Religion or Belief,of Norwegian Centre for Human Rights, Faculty of Law, University of Oslo A. Pendahuluan Keterkaitan antara Islam dan Syariah, Kebebasan Beragama atau berkeyakinan (selanjutnya disingkat KBB), dan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan adalah persoalan yang pelik. Konflik spesifik antara berbagai entitas ini sering dijadikan suatu pertentangan yang abstrak pada tingkat ...
Jeroen Temperman Erasmus University Rotterdam, BelandaA A. Pengantar Apakah munculnya fenomena ‘ujaran ekstrem terhadap agama’ bisa menjadi dasar bagi pembatasan hukum kebebasan berpendapat dengan tujuan untuk melindungi praktisi agama? Bab ini akan membahas sebuah permasalahan yang telah lama ada yaitu apakah hukum internasional bisa menjadi alat pembatas – jika memang bisa – bagi hak kebebasan berekspresi di saat hak itu ...
Zainal Abidin Bagir Universitas Gajah Mada, Jogyakarta, Indonesia A. Pendahuluan Pada tahun 2011, Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengadopsi Resolusi 16/18 tentang “Melawan Intoleransi, Stereotip Negatif dan Stigmatisasi, dan Diskriminasi, Menghasut Kekerasan, dan Kekerasan terhadap Orang berdasarkan Agama atau Keyakinan” (Combating Intolerance, Negative Stereotyping and Stigmatization of, and Discrimination, Incitement to Violence, and Violence against Persons Based on Religion or ...
Brett G. Scharffs International Center for Law and Religion Studies J. Reuben Clark Law Schoolof Brigham Young University, USA A. Pendahuluan Bab ini adalah pengantar untuk penjelasan Pasal 18 dari Dokumen Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM) dan organisasi hak asasi manusia serta aturan-aturan yang terkait langsung dengan kebebasan beragama dan kepercayaan. Bab ini harus dipahami bersama bab yang menjelaskan ...
Haidar Bagir Harvard University, Universitas Indonesia A. PENDAHULUAN Baik dalam lingkungan akademik maupun persepsi sehari-hari, Islam selalu muncul sebagai agama yang berorientasi pada hukum eksoteris yang menuntut suatu kepatuhan manusia, bahkan ketakutan, kepada tuhan yang diktatorial, bukannya sebagai suatu agama tradisional yang melayani kebutuhan psikologis dan spiritual manusia berdasarkan sebuah hubungan kasih sayang antara tuhan dan umatnya. Lebih buruk dari ...
Brett G. Scharffs International Center for Law and Religion Studies J. Reuben Clark Law SchoolUniversitas Muhammadiyah Malang – Indonesia A. Pendahuluan Tulisan ini ingin menemukan titik perjumpaan diskursus hak asasi manusia (HAM) dan Syariah di Indonesia yang kerap dipertentangkan mengingat adanya perbedaan pada basis pengembangannya, baik sebagai suatu konsep, dan lebih jauh lagi, sebagai suatu instrumen, yang sebenarnya pada akhirnya ...
Ahmad Nur Fuad Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Indonesia A. Pendahuluan Masalah Syariah dan hak asasi manusia telah lama menjadi perdebatan di kalangan juris dan sarjana/ulama Muslim. Mereka telah mengembangkan pemahaman terhadap Syariah sebagai hukum yang diwahyukan oleh Tuhan, dan mengajukan berbagai pendapat yang beragam. Meskipun hampir semua sarjana Muslim merujuk kepada nilai yang sama dari Syariah, mereka ...
Khaled Abou El Fadl School of Law, UCLA – Amerika Serikat A. Pengantar Dari segala tantangan moral yang dihadapi Islam di masa modern, persoalan Hak Asasi Manusia adalah yang paling berat. Hal ini bukan karena Islam, dibandingkan dengan tradisi keagamaan lain, lebih rentan menyebabkan atau mendorong perilaku yang tidak memedulikan atau melanggar hak-hak manusia. Kenyataannya, tradisi Islami pernah melahirkan konsep-konsep ...
Heiner Bielefeldt University of Erlangen A. Hak asasi manusia sebagai prasyarat untuk kedamaian masyarakat yang langgeng Hak asasi manusia memberi kontribusi dalam memperkuat prasyarat untuk ketenteraman masyarakat yang berkelanjutan. Tujuan ini tercantum dengan sangat jelas dalam kalimat pertama pembukaan dari dokumen hak asasi manusia internasional pertama, yaitu Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tahun 1948 (UDHR). Yang menyatakan bahwa “pengakuan martabat ...
Cekli S. Pratiwi Fakultas Hukum, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia A. Pendahuluan Pada bab ini menjabarkan lima aspek penting dalam memahami konsep hak asasi manusia (HAM) Internasional dan konteksnya di Indonesia. Pertama, pemaparan mengenai gambaran umum HAM. Bagian ini mengulas secara singkat mengenai istilah dan definisi “HAM”, “subyek pemilik HAM”. Kemudian, penjelasan mengenai prinsip-prinsip dasar HAM, bersamaan dengan penjelasan konseptual tentang ...

Follow Me